25 Mei 2023 - 13:14
Kemarahan Warga Bahrain atas Penangkapan Seorang Ulama Terkemuka

Menyusul penangkapan khatib Jumat Masjid Imam Sadiq as di Bahrain, masyarakat negeri ini mengungkapkan kemarahannya dengan berbagai cara terhadap tindakan Al-Khalifa tersebut.

Menurut Kantor Berita ABNA, Senin lalu, otoritas Bahrain menyeret pengkhotbah Jumat masjid Imam Sadiq as, Syaikh Mohammed Sanqour ke kantor kejaksaan untuk penyelidikan kriminal.

Jamiat al-Wefaq dari Bahrain mengumumkan dalam sebuah tweet bahwa sejumlah besar pasukan Al-Khalifa mengepung rumah Syaikh Sanqour dan memberinya panggilan untuk diinterogasi.

Majid Milad, salah satu pemimpin Jamiat al-Wafaq Bahrain, juga menegaskan bahwa Syaikh Sangour adalah seorang tokoh ilmiah dengan basis sosial yang tinggi, dan dia menyatakan solidaritas penuh dengannya.

Jamil Kazem, salah satu pejabat Al-Wefaq Bahrain, juga menganggap Syaikh Sangour sebagai salah satu ulama dan peneliti pemikiran Islam yang membanggakan dan menegaskan bahwa dia memiliki wacana reformis politik moderat yang hanya mencari kepentingan negara, rakyat, keamanan dan perdamaian.

Ia menuntut pembebasan Syekh Sangour, karena menurutnya ulama ini adalah penjamin keamanan dan pembela keadilan di Bahrain.

Abdul Jalil Khalil, pemimpin Jamiat al-Wafaq di Bahrain, juga menekankan bahwa dia mendengarkan khotbah Jumat Sheikh Sangour. Ia berkata,  "Dalam khotbahnya, kami tidak menemukan apa pun selain penekanan pada kesalehan, takut akan Tuhan, dan nasihat."

Banyak warga Bahrain mengutuk pemanggilan Syaikh Sanqour oleh otoritas keamanan dan membuat tagar "Stop_Sectarian_Harassment" di Twitter, yang menunjukkan bahwa pemanggilan ini dilakukan dalam konteks sektarian dan etnis.

Beberapa wilayah di Bahrain juga menyaksikan demonstrasi populer yang mengutuk penangkapan Syaikh Sangour, dan para pengunjuk rasa menuntut pembebasannya dan juga menuntut diakhirinya penganiayaan terhadap muslim Syiah yang dihadapi orang-orang Bahrain.

Para jamaah meneriakkan slogan-slogan solidaritas dengan ulama terkemuka Bahrain ini di masjid Al-Falah Al-Sanabis.

Direktorat Jenderal Investigasi Kriminal dan Bukti menyebut alasan penangkapan Syaikh Sangour dengan mengklaim bahwa khotbah Jumatnya "mencakup pelanggaran hukum, termasuk menghina pemerintah, dan secara terbuka menghasut kebencian dan penghinaan terhadap suatu kelompok."

Jamiat Islam Nasional Al-Wafaq Bahraini menyatakan, ”Otoritas Bahrain dengan sengaja menjalankan kebijakan penganiayaan agama di negara ini, yang meningkat setelah revolusi 14 Februari 2011."

Otoritas Bahrain telah menangkap banyak tokoh dan ulama yang dipimpin oleh Syaikh Ali Salman, Sekretaris Jenderal Jamiat al-Wefaq Bahrain, dan telah menjatuhkan banyak hukuman penjara karena alasan politik.Namun, hukuman ini telah dikritik oleh al-Wefaq dan banyak organisasi hak asasi manusia. 

Manama juga mencabut kewarganegaraan Ayatullah Sheikh Isa Qasim, salah satu pemuka Syiah terkemuka di Bahrain. Human Rights Watch menyebut hukuman ini sewenang-wenang.